Jumlah Ayat: 26
Surat ini terdiri atas 26 ayat, termasuk surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Adz Dzaariat. Nama Ghaasyiyah diambil dari kata Al Ghaasyiyah yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya peristiwa yang dahsyat, tapi yang dimaksud adalah hari kiamat. Surat ini adalah surat yang kerap kali dibaca Nabi pada rakaat kedua pada shalat hari-hari Raya dan shalat Jum'at
1 هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ
Hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah(ti).
Artinya
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang al-Gāsyiyah (hari Kiamat yang menutupi kesadaran manusia dengan kedahsyatannya)?
2 وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ
Wujūhuy yauma'iżin khāsyi‘ah(tun).
Artinya
Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina
3 عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ
‘Amilatun nāṣibah(tun).
Artinya
(karena) berusaha keras (menghindari azab neraka) lagi kepayahan (karena dibelenggu).
4 تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ
Taṣlā nāran ḥāmiyah(tan).
Artinya
Mereka memasuki api (neraka) yang sangat panas.
5 تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ
Tusqā min ‘ainin āniyah(tin).
Artinya
(Mereka) diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
6 لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ
Laisa lahum ṭa‘āmun illā min ḍarī‘(in).
Artinya
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
7 لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ
Lā yusminu wa lā yugnī min jū‘(in).
Artinya
yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
8 وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ
Wujūhuy yauma'iżin nā‘imah(tun).
Artinya
Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,
9 لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ
Lisa‘yihā rāḍiyah(tun).
Artinya
merasa puas karena usahanya.
10 فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ
Fī jannatin ‘āliyah(tin).
Artinya
(Mereka) dalam surga yang tinggi.
11 لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ
Lā tasama‘u fīhā lāgiyah(tan).
Artinya
Di sana kamu tidak mendengar (perkataan) yang tidak berguna.
12 فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ
Fīhā ‘ainun jāriyah(tun).
Artinya
Di sana ada mata air yang mengalir.
13 فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ
Fīhā sururum marfū‘ah(tun).
Artinya
Di sana ada (pula) dipan-dipan yang ditinggikan,
14 وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ
Wa akwābum mauḍū‘ah(tun).
Artinya
gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),
15 وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ
Wa namāriqu maṣfūfah(tun).
Artinya
bantal-bantal sandaran yang tersusun,
16 وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ
Wa zarābiyyu mabṡūṡah(tun).
Artinya
dan permadani-permadani yang terhampar.
17 اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ
Afalā yanẓurūna ilal-ibili kaifa khuliqat.
Artinya
Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?
18 وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ
Wa ilas-samā'i kaifa rufi‘at.
Artinya
Bagaimana langit ditinggikan?
19 وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ
Wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat.
Artinya
Bagaimana gunung-gunung ditegakkan?
20 وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ
Wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat.
Artinya
Bagaimana pula bumi dihamparkan?
21 فَذَكِّرْۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌۙ
Fa żakkir, innamā anta mużakkir(un).
Artinya
Maka, berilah peringatan karena sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.
22 لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍۙ
Lasta ‘alaihim bimusaiṭir(in).
Artinya
Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
23 اِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَۙ
Illā man tawallā wa kafar(a).
Artinya
Akan tetapi, orang yang berpaling dan kufur,
24 فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَابَ الْاَكْبَرَۗ
Fa yu‘ażżibuhullāhul-‘ażābal-akbar(a).
Artinya
Allah akan mengazabnya dengan azab yang paling besar.
25 اِنَّ اِلَيْنَآ اِيَابَهُمْ
Inna ilainā iyābahum.
Artinya
Sesungguhnya kepada Kamilah mereka kembali.
26 ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ ࣖ
Ṡumma inna ‘alainā ḥisābahum.
Artinya
Kemudian, sesungguhnya Kamilah yang berhak melakukan hisab (perhitungan) atas mereka.